PEMETAAN RUAS JALAN MENGGUNAKAN METODE TAKIMETRI (STADIA) DAN METODE POLYGON TERBUKA

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

 PEMETAAN RUAS JALAN MENGGUNAKAN METODE TAKIMETRI (STADIA) DAN METODE POLYGON TERBUKA

(Studi Kasus: Provinsi DKI Jakarta)

 Renaldo Perdana Putra, Lisa Harviani, Celine

 

ABSTRAK

 Pengukuran awal sangat diperlukan pada awal pelaksanaan baik untuk pemetaan awal lokasi  maupun untuk perancangan pekerjaan selanjutnya. Dalam ilmu ukur tanah dikenal beberapa metode yang dapat digunakan untuk mendapatkan data-data pengukuran (seperti jarak, sudut, arah dan ketinggian) yang nantinya akan dijadikan dasar pembuatan peta. Metode pengukuran polygon terbuka dipilih karena dalam pemetaan ruas jalan tidak memungkinkan untuk kembali ke titik awal dimana pengukuran tersebut dimulai, sementara itu metode takimetri (stadia) digunakan untuk mendapatkan data ketinggian pada masing-masing titik polygon. Data-data yang diperoleh dari hasil pengolahan data adalah koordinat X dan Y, serta kentinggian yang kemudian dapat diolah menjadi peta lokasi dan peta kontur daerah tinjauan.

Kata kunci: Pemetaan ruas jalan, Polygon Terbuka, Takimetri, Stadia.

 

ABSTRACT

 Preliminary survey is indispensable at the beginning of construction in order to mapping the location of project as well as for the design of further work. In the surveying, there are several methods that can be used to obtain data (such as distance, angle, direction and altitude) which will be used as a basis for mapping. Open polygon measurement method is selected for the mapping of road because it isn’t possible to measure back to the starting point where the measurement is started, while tachymetry (stadia) is used to obtain the altitude of each polygon point. The data obtained from the measured data are X and Y coordinates and the altitude of each point which can be processed into contour maps and location maps of area reviews.

 Key words: Road Mapping, Open Polygon, Tachymetry, Stadia