Gelombang Pecah dan Transpor Sedimen

Angin membangkitkan gelombang yang datang ke pantai. Gelombang yang datang kearah pesisir ini kemudian mengalami gangguan dikarenakan perubahan kedalaman dari dasar pantai. Gelombang yang mengalami gangguan menjadi tidak kemudian pecah, disebut juga breaking wave, gelombang pecah ini membawa energi yang besar yang mengakibatkan sedimen di pantai bergerak. Pergerakan sedimen ini terjadi sepanjang Surfzone atau jarak dari titik gelombang pecah ke garis pantai. Pergerakan sedimen tersebut mengakibatkan erosi ataupun akresi tergantung dari jumlah volume sedimen yang dibawa oleh pecah gelombang ke pantai dan sedimen yang terbawa balik oleh gelombang tersebut.

Apabila volume yang dibawa melebihi volume pasir yang terbawa, maka terjadi akresi (pemajuan garis pantai), dan sebaliknya apabila volume pasir yang terbawa masuk kurang dari pasir yang terbawa keluar, maka terjadi akresi. fenomena ini disebut juga. Fenomena ini disebut Dinamika Perubahan Garis Pantai.