Civil Engineering BINUS University

Suara Merdu PARAMABIRA di dunia Internasional

Lagi, anak negeri yang membanggakan nama bangsa di mata internasional. Lewat kompetisi International Choir Contest of Flanders yang diadakan di Kota Maasmechelen, Belgia, Indonesia yang diwakili oleh Paduan Suara Mahasiswa Bina Nusantara (PARAMABIRA) berhasil mendapatkan 4 penghargaan sekaligus. Berjajar dengan 7 negara, yakni Republik Ceko, Belgia, Belanda, Latvia, Rusia, Kroasia, dan Swiss, PARAMABIRA sukses memukau para juri.

PARAMABIRA sendiri merupakan satu-satunya paduan suara yang berasal dari Asia pada kompetisi bergengsi ini. Dengan arahan Rainier Revireino, PARAMABIRA menampilkan 15 lagu dengan dua kategori yang diikuti, yakni Equal Voices Category dan Mixed Voices Category. Lagu daerah yang dipersembahkan seperti Gayatri Mantram dari Bali, Piso Surit dari Sumatra Utara, dan lainnya sukses membuat para pasang mata berdecak kagum.

Keempat pengharagaan yang didapat antara lain, Juara 2 di kategori Equal Voices, Juara 2 di kategori Mixed Voices, dan juga mendapatkan penghargaan sebagai The Best Performance of The Compulsory Work in The Mixed Choirs. Tak hanya itu, perwakilan dari Indonesia ini juga mendapat penghargaan Prize of The Audience, yakni sebagai paduan suara terbaik dari perpspektif penonton yang hadir dengan sistem pemungutan suara atau voting.

Dalam kompetisi kali ini tak kalah mengejutkan salah satu mahasiswa jurusan teknik sipil, Andrew John Pierre turut serta sebagai salah satu singer dalam PARAMABIRA. Ia juga dipercaya sebagai assisten pelatih paduan suara yang mendunia ini. Andrew telah menggeluti dunia tarik suara sejak kecil. Selama menjalani aktifitasnya sebagai mahasiswa teknik sipil Binus, pemuda berusia 21 tahun ini mengajar paduan suara SMA 65, yang juga merupakan paduan suara yang cukup disegani dikalangannya.

“Merupakan suatu kebanggaan sebagai mahasiswa teknik yang setiap hari menghitung, bisa membawa nama almamater BINUS dan Indonesia di kancah Internasional lewat dunia paduan suara. Kalau orang lain menganggap bahwa musik itu hanya sebuah seni yang mudah, sesungguhnya musik itu termasuk matematika rumit, karena kita menghitung interval nada yang cukup memutar otak namun dikemas dalam harmoni yang bisa menciptakan emosi dan keindahan ketika dinyanyikan bersama.”

Sudah tentu pencapaian ini membawa nama baik bangsa di mata dunia. Kita wajib ikut berbangga! Terus berkarya bagi PARAMABIRA, semoga bisa memberikan penghargaan lainnya untuk Indonesia.